Rabu, 11 Agustus 2021

0

INVENTARISASI GAS RUMAH KACA KOTA SEMARANG

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

 

Inventarisasi GAS Rumah Kaca Kota Semarang

Melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi NasionalPenurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2011 tentangPenyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional, Pemerintah Indonesia memilikikebijakan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dari bussiness as usualpada tahun 2030. Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah Provinsi danKota/Kota memiliki kewajiban untuk menyusun inventarisasi GRK, termasukKota Semarang. Upaya tindak lanjut dilakukan dengan penyusunan inventarisasi GasRumah Kaca (GRK) di Kota Semarang yang telahdilaksanakansecaraberkelanjutan.

Laporan inventarisasi GRK Kota Semarang inimerupakan kegiataninventarisasi GRK yang dilakukan oleh PemerintahKota Semarang melaluiDinasLingkunganHidup (DLH) terhadapsumber-sumberemisi GRK berdasarkanaktivitasuntuktahun 2018. Selainmemuathasilinventarisasi, laporanini juga memuathasilinventarisasiselama 5 (lima) tahunterakhir (periode 2014-2018).

Hasil inventarisasi emisi GRK di Kota Semarang pada tahun 2014-2018 berfluktuasi dengan rincian sebagai berikut:

Tabel1. Hasil Inventarisasi GRK Kota Semarang Tahun 2014-2018

SEKTOR Ton CO2e
2014 2015 2016 2017 2018
PENGADAAN DAN PENGGUNAAN ENERGI 1.658.440,24 3.198.161,56 4.349.392,23 3.745.058,39 3.387.385,33
PROSES INDUSTRI DAN PENGGUNAAN PRODUK 354,92 354,63 355,84 355,84 355,84
PETERNAKAN, LAHAN DAN PERTANIAN 36.123,78 59.613,55 104.180,92 55.660,86 52.886,08
PENGELOLAAN LIMBAH 576.642,68 585.671,26 617.140,64 659.927,35 686.659,64
TOTAL 2.271.561,62 3.843.800,99 5.071.069,64 4.461.002,44 4.127.286,89

 

Tabel diatas menunjukan bahwa emisi GRK Kota Semarang pada tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017, emisi total di Kota Semarang berfluktuatif dengan emisi tertinggi pada tahun 2016 menunjukkan angka 5.071.069,64 Ton CO2e. Besaremisi pada tahun 2018 yaitu 4.127.286,89 ton CO2eq. Sektor energi berkontribusi paling besarterhadap emisi GRK di Kota Semarang disusul oleh sektor pengelolaan limbah, AFOLU dan kemudian IPPU.

Berdasarkan hasil IGRK kota Semarang pada periode 2014-2018 mengalami fluktuasi. Besarnya emisi pada tahun 2018 adalah 4.127.286,89 Ton CO2e.  Dari keempat sektor utama penghasil GRK tertinggi yaitu sektor energi (82,07%), kemudian sektor limbah (16,64%), AFOLU (1,28%), dan di sektor IPPU kontribusinya paling rendah (0,01%)

Berdasarkan jenis gas, jumlah dan komposis iemisi GRK di Kota Semarang dibandingkan dengan total emisi CO2e pada tahun2018 didominasi oleh CO2 hingga mencapai 33.505.357,22 ton CO2 (85,24%)terhadap total emisi GRK ton CO2e. 27.721,79ton. Gas CH4 berkontribusi pada kisaran(0,67%) dan Gas N2Odenganemisi 80,05 berkontribusi pada kisaran (0,002%). Biladenganmempertimbangkan GWP (Global Warming Potential), kontribusi masing-masing gas pada tahun 2018 adalah CO2 sebesar 52,62%, CH4 sebesar1,91% dan gas N2O sebesar0,02%. Dengand emikian, kontribusi per jenis gas berdasarkan berat absolut maupun relatift erhadap GWP menunjukkan bahwa Gas CO2 menempatiporsi paling banyak, disusul gas CH4 dan terakhir gas N2O.

Berdasarkananalisiskatagorikuncidiperoleh6 (enam) subkategori yang merupakankatagorikunciyaituindustrienergi, transportasi, limbahpadat, lainnya, industri pengolahan, dan pegolahan limbah cair. Penentuan katagori kunci ini diperlukan sebagai pertimbangan dalam penyusunan rencana mitigasi emisi Gas Rumah Kaca.

 

UNDUH DOKUMEN

Baca juga

Apa komentar kamu?

Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang Lingkungan Hidup, bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sub urusan persampahan dan air limbah serta bidang Kehutanan

Kategori

Berita terbaru

Jalan Tapak, Tugurejo, Semarang,
Jawa Tengah, 50151
Jam Pelayanan:
Sen – Jum: 08:00 – 16:00 WIB

Temukan Kami

Hubungi Kami

Copyright © 2021. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang