Senin, 2 Januari 2023

0

Sosialisasi Pramu Taman Di Taman Kehati DLH Kota Semarang

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

Pada 28 Desember 2022 Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang mengadakan sebuah sosialisasi bertajuk “Pramu Taman” di Taman Kehati DLH. Sosialisasi diadakan sebagai upaya melestarikan lingkungan, serta meningkatkan perawatan dan penataan Taman Kehati, karena terdapat beberapa tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik. Acara ini mendatangkan narasumber yaitu Bapak Lukman selaku pakar tanaman yang juga memiliki kebun tanaman dan nusery (Tempat Pembibitan Tanaman) di Mijen. Sosialisasi Pramu Taman dipandu oleh Ibu Ita selaku Sub-koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati DLH dan dihadiri oleh perwakilan dari Taman Lele, TK An-nur, SDN Tugurejo 1, 2, 3, beberapa personil dari bidang kerja DLH, serta tenaga kerja pengelola Taman Kehati DLH.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Ita, kemudian dilanjutkan sesi sharing dan tanya jawab seputar perawatan tanaman bersama Bapak Lukman yang diikuti secara antusias juga oleh para hadirin. Poin-poin penting dipaparkan terkait cara perawatan dan penanaman tanaman, diantaranya:

  1. Perlu atau tidak Polybag ikut dimasukkan saat penanaman?
  • Polybag merupakan bahan plastik yang akan tetap utuh dan tidak akan hancur apabila ditanam, oleh karenanya untuk penanaman dibawah 2 meter polybag PERLU dilepas, terlebih lagi apabila penanaman tersebut bersifat jangka panjang atau selamanya. Terdapat pengecualian bagi tanaman baru yang belum dikarantina, dalam arti tanaman tersebut akarnya belum kuat. Kemudian nanti setelah 1-2 bulan polybag dapat dilepas agar tanaman dapat tumbuh subur.
  • Polybag TIDAK PERLU dilepas berlaku untuk tanaman Bonsai, apabila menggunakan karung maka saat penanaman karung dapat dilubangi dengan ukuran sedikit besar.
  1. Tips perawatan tanaman agar terhindar hama
  • Penyemprotan insektisida dilakukan 3 minggu sekali meskipun tidak ada hama, agar mencegah hama tidak datang ke tumbuhan kita. Ketika tidak dilakukan secara rutin, maka bila muncul hama tanpa sebelumnya ada penanganan lebih dini, maka akan lebih sulit untuk dibasmi ketika sudah merajalela, bahkan dapat menularkan hama tersebut kepada tanaman disekitarnya.
  1. Tips untuk penanaman pertama
  • Penanaman pertama sebaiknya hanya menggunakan kompos, sekam, dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Terdapat pertimbangan bagi tanaman baru yaitu perlu adanya penyesuaian dengan media tanamnya, setelah satu bulan barulah aman untuk tanaman tersebut diberikan pupuk.
  1. Tips perawatan untuk Beberapa Tanaman
  • Tanaman Sikas memerlukan sinar matahari ‘full sun’ yang banyak agar dapat tumbuh dengan baik;
  • Bougenville termasuk golongan tanaman kemarau yang tidak boleh terlalu subur karena dapat menyebabkan bunga berguguran, oleh sebab itu perawatannya tidak perlu diberi banyak air. Rumput adalah penghambat dari pertumbuhan Bougenville;
  • Pucuk Merah apabila penanamannya di pot tidak boleh sampai terlambat disiram, karena pucuk merah yang tumbuh di dalam pot memerlukan banyak air, kecuali apabila pucuk merah tersebut ditanam bebas atau di tanah maka tidak masalah;
  • Untuk pohon-pohon buah agar dapat tumbuh dan berbuah dengan baik, maka pupuk organik dari kotoran kambing akan sangat bagus digunakan, sebab pohon buah memerlukan suhu hangat untuk pertumbuhan yang baik dan maksimal. Satu bulan sekali harus disemprot insektisida untuk pembasmian hama dan furadan sebagai pembasi semut.

DLH Semarang juga memberikan bantuan bibit tanaman bagi warga yang membutuhkan diantaranya sekolah-sekolah, kelurahan, kecamatan, komunitas, dan tempat wisata untuk menambah ruang terbuka hijau yang semakin berkurang. Beberapa bibit ditawarkan oleh DLH bagi pihak sekolah, diantaranya bibit tanaman keras/ tanaman berkayu, tanaman buah, tanaman bunga dan lain lainnya. Sebagai salah satu ikon tanaman endemik khas Kota Semarang, bibit Asam Jawa disediakan oleh DLH untuk dibagikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Karena sudah jarang ditemui, DLH berupaya membudidayaan kembali penanaman Asam Jawa di kanan kiri jalan. Daunnya yang berukuran kecil tidak mengotori jalan serta pengakarannya sangat kuat menjadikan Asam Jawa dapat bertahan hidup dengan usia yang panjang. Untuk mendapatkan bantuan bibit, pihak-pihak yang memerlukan hanya perlu mengajukan surat permohonan dengan ditujukan kepada Kepala Dinas DLH Semarang.

 “1 helai daun akan mendoakan kita, apabila kita merawat pohon”

#Tagar: #Sosialisasi // DLH

Baca juga

AQMS Kota Semarang

Air Quality Monitoring System (AQMS) yaitu Alat Pemantau Kualitas Udara Otomatis adalah

Apa komentar kamu?

Jalan Tapak, Tugurejo, Semarang,
Jawa Tengah, 50151
Jam Pelayanan:
Sen – Jum: 08:00 – 16:00 WIB

Temukan Kami

Hubungi Kami

Copyright © 2023. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang