Kamis, 19 November 2020

0

Selokan jadi Tempat Pembibitan Ikan

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

tribun.com

Tempat Pembibitan Ikan diman? Ikan adalah makanan pokok setiap orang. Saat ini banyak iklan yang menganjurkan kita untuk menambahkan ikan sebagai lauk-pauk sarapan, makan siang, hingga makan malam. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak menyukai ikan karena bau amis yang ditimbulkan. Padahal dalam ilmu gizi menjelaskan bahwa ikan mengandung protein untuk perkembangan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Selain itu, protein juga berperan penting dalam proses pembentukan tulang, otot, kulit dan darah.

Metode Pembibita Ikan

Metode Pembibitan ikan dilakukan untuk menambah jumlah ikan yang tersedia. Sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan ikan untuk dikonsumsi. Pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Metode yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan tempat khusus seperti empang, kolam atau tambak dengan luas tertentu.

Mengingat masih rendahnya jumlah manusia yang mengonsumsi ikan di Indonesia, maka harus ada inisiatif untuk memproduksi ikan sendiri. Agar lebih mudah, mulailah memproduksi ikan air tawar yang dapat dibudidayakan di tempat yang sempit dan mudah untuk dikelola oleh siapa saja. Adapun jenis ikan yang dapat diproduksi antara lain ikan lele, ikan nila, ikan mujair, ikan mas, ikan patin, ikan gurame, dan lain sebagainya.

youtube.com

Pengembangan Pembibitan Ikan Sederhana

Saat ini, pengembangan pembibitan ikan sederhana mulai dikembangkan. Bahkan ada yang melakukan pembibitan di selokan hanya untuk membuat masyarakat tidak membuang sampah lagi diselokan, seperti di kawasan Mangkang kulon, Semarang. Sekitar 20.000 bibit ikan dilepas di parit RW 4 pada bulan september lalu.

Wali kota Semarang Hendra Prihadi membuat program baru ini menjadikan parit-parit yang terdapat di perkampungan disulap sebagai tempat pembibitan ikan yang menghasilkan. Banyaknya bibit yang disebar adalah hasil kerja sama dengan pihak swasta serta sumbangan dari warga setempat.

Hendi, sapaan Wali Kota Semarang menjelaskan bahwa dengan adanya ikan-ikan tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan parit-parit.

Kini selokan yang dulunya hanya dijadikan tempat pembuangan sampah kolam ikan, berubah dan mulai diperhatikan oleh masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, masyarakat mulai memikirkan soal ikan-ikan yang terdapat didalam selokan. Jadi, ketika mereka memiliki keinginan untuk membuang sampah di seloka tersbeut, mereka akan berpikir dua kali karena akan berakibat pada ikan yang ada di dalam selokan. Selain itu, masyarakat sendiri yang akan menikmati ikan-ikan yang ada dalam selokan tersebut. Langkah cerdas tersebut dibuat supaya warga dapat menjaga saluran air agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya untuk menghindari banjir yang mengancam.

 

Banjir sendiri dapat terjadi ketika saluran air tempat mengalirnya air hujan yang turun tersumbat. Sehingga air akan meluap keluar dan mengenangi jalanan bahkan perumahan. Hal ini yang dinamakan banjir.

Ketakutan terhadap banjir menghantui setiap orang yang melihat curah hujan yang begitu lebat. Apalagi melihat lingkungan sekitar yang tidak memiliki saluran air yang baik. Bagi daerah yang memiliki saluran air yang baik, tidak akan merasa takut terhadap ancaman banjir.

Selain dapat membantu kesejahteraan masyarakat kawasan Mangkang Kulon, pembibitan ikan di selokan ini dapat dijadikan sebagai sarana wisata. Wisata ini,  dapat mengindahkan mata ketika melihat ikan yang melompat dan berenang di saluran air tersebut.

Apalagi ketika bibit ikan yang disebar sudah besar, warga dapat menikmati ikan tersebut bersama-sama secara gratis. Bahkan hal ini dapat dijadikan sebagai wisata tempat memancing bersama atau bahkan dibuat kompetisi memancing. Selain keseruan yang didapat, hal ini juga dapat menambah nilai kebersamaan, kerukunan, serta kesejahteraan antar tetangga kawasan Mangkang Kulon, Semarang.

Baca juga

Selamat Hari Bumi Sedunia

Tema Hari Bumi Sedunia 2021 adalah “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi

Sosialisasi AMDAL

Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang menyelenggarakan sosialisasi AMDAL mengenai rencana pembangunan Hotel

Apa komentar kamu?

Jalan Tapak, Tugurejo, Semarang,
Jawa Tengah, 50151
Jam Pelayanan:
Sen – Jum: 08:00 – 16:00 WIB

Temukan Kami

Hubungi Kami

Copyright © 2024. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang