Kamis, 19 November 2020

0

7 Program Terbaik untuk Pelestarian Kawasan Konservasi

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

mangobay.co.id

Pelestarian kawasan konservasi Indonesia diketahui memiliki kekayaan alam yang berlimpah di beragam daerah. Beberapa daerah tersebut ditetapkan sebagai daerah kawasan konservasi. Kawasan ini terdiri dari Taman Hutan Raya, Cagar Alam, Taman Wisata Alam, dsb. Hal ini dilakukan sebagai upaya perlindungan dan pelestarian alam di Indonesia. Kemudian, perlu adanya program-program yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar kawasan konservasi untuk mensukseskan upaya tersebut. Berikut adalah 7 program pelestarian yang bisa dilaksanakan di kawasan konservasi;

  1. Program agroforestry

Program agroforestry adalah program yang yang ditujukan khusus pada kawasan konservasi hutan. Kegiatanya meliputi pengelolaan hutan bersama antara pemerintah dengan masyarakat, melalui hutan rakyat atau hutan kemasyarakatan. Agroforestry yang dilaksanakan menghasilkan hutan non kayu sebagai hasil utama. Hal ini secara ekologis berfungsi sebagai hutan alam karena stratifikasi tajuk dari perpaduan jenis tanaman bersifat perdu dan pohon termasuk buah-buahan dan tanaman jenis pohon yang berasal dari hutan alam (Michon dan Foresta 1995). Masyarakat juga bisa mmengembangkan teknologi budidaya melalui teknik (kearifan) lokal.

  1. Conservation fund dan Adops programs

Program ini dapat difungsikan untuk pengembangan konservasi di daerah wisata. Conservation fund adalah dana sukarela yang diberikan oleh wisatawan yang peduli terhadap upaya pelestarian alam. Program yang dilaksanakan Adops program, wisatawan mengadopsi jenis spesies flora dan fauna langka. Namun, jenis spesies langka yang diadopsi tidak untuk dibawa pulang. Wisatawan bertanggung jawab untuk memberikan dana sebagai biaya konservasi jenis spesies langka yang telah dipilih pada program adopsi.

  1. Konservasi Satwa Langka

Program konservasi satwa langka meliputi penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, reintroduksi, monitoring dan edukasi masyarakat sekitar. Penyelamatan dan rehabilitasi dilakukan pada satwa langka yang dalam keadaan kurang sehat atau tidak baik. Setelah menjalani pemeriksaan baik satwa itu sendiri maupun lingkungan habitatnya, kemudian dilakukan perbaikan. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, satwa tersebut baru bisa dilepaskan ke alam liar atau ke habitatnya. Meskipun dilepaskan, reintroduksi dan monitoring tetap dilakukan pada satwa tersebut. Hal ini juga harus melibatkan masyarakat sekitar dengan memberi mereka edukasi dalam perlindungan dan pelestarian satwa langka.

  1. Konservasi Pengelolalaan

Program pengelolaan ini dimaksudkan untuk mengelola sumber daya alam yang ada di kawasan konservasi. Seperti di kawasan laut, program pengelolaan bisa dilakukan dengan kegiatan ekoturisme. Kegiatan ini mengelola resiko dan tekanan dari aktivitas nelayan mencari ikan. Program pengelolaan juga bisa dilakukan di kawasan konservasi gunung. Kegiatannya bisa dengan membuat resapan air atau tangkapan air hujan untuk petani sekitar. Konservasi pengelolaan bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam sekitarnya secara optimal dan tanpa merusak alam.

  1. Program Taman Nasional

    smeaker.com

Taman Nasional adalah daerah luas yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi berbagai kekayaan alam yang ada di Indonesia. Disana banyak terdapat habitat hidup flora dan fauna. Tidak hanya habitat asli, flora dan fauna langka yang hampir punah dapat ditempatkan dan dikembangbiakkan di Taman Nasional. Hal ini disebabkan karena kecemasan habitat yang tidak baik dan tidak terjaga bila mereka dibiarkan begitu saja. Taman Nasional juga harus memiliki manajemen dan pengelolaan yang baik sebagai upaya konservasi flora dan fauna langka.

  1. Community Outreach / Penggalangan Partisipasi Masyarakat

Program Community Outreach adalah program dimana masyarakat diajak untuk ikut berpartisipasi secara langsung dalam upaya konservasi alam. Pertama, masyarakat dikenalkan dengan potensi alam sekitarnya. Potensi tersebut bisa dimanfaatkan, seperti untuk objek wisata atau mendukung mata pencaharian masyarakat sekitar. Selanjutnya, Masyarakat diajak untuk dapat menjaga, melestarikan dan mengambil manfaat dari alam. Misalnya, masyarakat yang ada di kawasan konversi laut tidak harus bekerja sebagai nelayan untuk menjaga ekosistem ikan di laut, mereka bisa bekerja di bidang transportasi, budidaya, dsb.

  1. Program Monitoring

Monitoring perlu dilakukan di kawasan yang program konservasinya sudah dianggap berhasil. Jadi, permasalahan alam yang sudah teratasi tetap perlu dikontrol, baik dalam peraturan, kebijakan atau manajemennya. Monitoring juga berfungsi untuk mengontrol apabila ditemukan permasalahan baru dan ditemukan perubahan yang terjadi dalam kawasan konservasi. Selain kontrol, program monitoring juga meliputi kegiatan pengamanan dan pengawasan. Kegiatan ini bertanggung jawab terhadap keamanan dan terjaganya kelestarian alam, terutama dari pengaruh manusia.

Nah, itu tadi sekilas program pelestarian yang bisa dilakukan di daerah kawasan konservasi. Pemerintah sebagai pengatur dan masyarakat sebagai penjaga sekaligus pelaksana agar program konservasi alam berhasil dengan baik. Konservasi membuat manusia dan alam saling menjaga satu sama lain. Alam yang terjaga tidak hanya menguntungkan keberlangsungan hidup manusia, namun juga flora dan fauna yang ada. Tidak hanya kita yang berhak hidup, tapi mereka juga.

Baca juga

Car Free Day Semarang

Tidak asing lagi jika kota besar memiliki penduduk yang hidup berdesakan atau

Apa komentar kamu?

Jalan Tapak, Tugurejo, Semarang,
Jawa Tengah, 50151
Jam Pelayanan:
Sen – Jum: 08:00 – 16:00 WIB

Temukan Kami

Hubungi Kami

Copyright © 2024. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang